Pages

ALANGKAH KAYA DIALEK DI INDONESIA

Sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa membuat Indonesia kaya akan beragam kebudayaan, salah satunya adalah Dialek atau sering disebut dengan istilah Logat. Menurut Weijnen, dkk yang dikutip oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1983), Dialek adalah sistem kebahasaan yang dipergunakan oleh satu masyarakat untuk membedakan dari masyarakat lain yang bertetangga yang mempergunakan sistem berlainan walaupun erat hubungannya. Sedangkan ciri-ciri dialek ( menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) ada dua yaitu :
1. Dialek adalah seperangkat bentuk ujaran setempat yang berbeda-beda yang memiliki ciri-ciri umum dan masing-masing lebih mirip sesamanya dibandingkan dengan bentuk ujaran lain dari bahasa yang sama.
2. Dialek tidak harus mengambil semua bentuk ujaran dari sebuah bahasa.
MACAM-MACAM DIALEK
Dilihat dari bentuknya dialek dibagi tiga yaitu :
a. Dialek Regional, yaitu dialek yang ciri-cirinya dibatasi oleh tempat. Sering juga disebut Dialek Area. Dialek ini biasanya berkembang di satu daerah tertentu, artinya orang di luar wilayah itu tidak akan paham dengan Dialek yang dimaksud
b. Dialek Sosial, yaitu Dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu. Misalnya, orang di kalangan Karton pasti memiliki dialek yang berbeda dengan orang-orang di luar kraton. Atau orang-orang yang ada di komunitas kantor pasti dialeknya berbeda dengan orang-orang yang ada di komunitas pasar.
3. Dialek temporal, yaitu Dialek yang berbeda dari waktu ke waktu. Dialek ini hanya berkembang pada kurun waktu tertentu dan bila sudah berganti masa maka dialek itu sudah tidak ada lagi. Hal ini bisa dilihat dari ejaan, cara penulisan dan pengucapannya. Misalnya Dialek Melayu Kuno, Dialek tahun 1970-an, dll.

0 komentar:

Posting Komentar