JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo meresmikan 40 mobil Sentra Pelayanan Masyarakat (SPM), Rabu (22/6/2011). Timur mengatakan, peresmian puluhan mobil tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dan mengefisienkan laporan-laporan dari masyarakat kepada kepolisian. Sebelumnya, dua gerai SPM juga telah diresmikan di dua pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, yakni di Gandaria City, dan Blok M Square.
"Ini merupakan bagian dari peningkatan pelayanan masyarakat dan patroli kepolisian RI agar masyarakat lebih efisien. Jadi, kalau ada gangguan, masyarakat tidak perlu ke kantor polisi. Masyarakat kapan saja, bisa melihat dan bisa menyampaikan hal-hal yang perlu ditangani oleh kepolisian di gerai-gerai dan mobil SPM yang ada," kata Timur dalam kata sambutannya di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/6/2011).
Timur menambahkan, gerai dan puluhan mobil SPM tersebut, akan ditempatkan pada pusat-pusat keramaian di Jakarta. Adapun, masing-masing mobil dan gerai SPM yang akan diwakili empat personil kepolisian itu juga dilengkapi dengan laptop/PC yang terkoneksi dengan jaringan internet, Printer, Genset Portable, peta wilayah, serta kelengkapan lainnya untuk memudahkan kinerja kepolisian.
"Ini murni bantuan masyarakat yg tidak mengikat. Dan Ini semua akuntable dari bantuan masyarakat dan instansi-instansi terkait, kami siap kapan saja diperiksa karena ini semua tidak ada kaitannya dengan KKN," tambahnya.
Adapun, recananya, 40 mobil tersebut akan didistibusikan ke beberapa wilayah di Jabodetabek, diantaranya kepada Kabupaten Bekasi (4 unit), Bekasi Kota (2 unit), Kabupaten Tangerang (2 unit), Tangerang Kota (2 unit), Depok (3 unit), Unit kepolisian Laut (1 unit), Unit Kepolisian Udara (2 unit), Jakarta Selatan (4 unit), Jakarta Timur (4 unit), Jakarta Selatan (5 unit), Jakarta Utara (4 unit), Jakarta Pusat (5 unit), Divpropam Polri (1 unit), dan Lemdikpol (1 unit).
"Jadi untuk sementara ini, baru di beberapa titik di wilayah DKI jakarta, tapi nanti akan kita usahakan untuk terus mengembangkan ke beberapa daerah, agar setiap masyarakat efisien untuk melaporkan berbagai permasalah-permasalahannya kepada kami," tukasnya
pewarisan budaya,perkembangan gamelan di indonesia
Ternyata hampir diseluruh wilayah Indonesia terdapat perangkat Gamelan dengan kombinasi perlengkapan yang bervariasi. Perangkat gamelan dari Batak, Minangkabau, Toraja, Buton, Maluku, Kalimantan dll. Tidaklah selengkap gamelan yang ada di Jawa – Bali sebagai pusat penyebaran kebudayaan yang tertua di Indonesia.
Gamelan Jawa merupakan seperangkat instrumen sebagai pernyataan musikal yang sering disebut dengan istilah karawitan. Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit yang berarti rumit, berbelit-belit, tetapi rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis (dalam laras slendro dan pelog) yang garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia, vokalia dan campuran yang indah didengar.
Gamelan Jawa dalam perkembangannya juga mengalami perubahan-perubahan. Perubahan terjadi pada cara pembuatanya, sedangkan perkembangannya menyangkut kualitasnya. Dahulu pemilikan gamelan ageng Jawa hanya terbatas untuk kalangan istana. Kini, siapapun yang berminat dapat memilikinya sepanjang bukan gamelan-gamelan Jawa yang termasuk dalam kategori pusaka (Timbul Haryono, 2001).
Gamelan yang lengkap mempunyai kira-kira 72 alat dan dapat dimainkan oleh niyaga (penabuh) dengan disertai 10 – 15 pesinden dan atau gerong. Susunannya terutama terdiri dari alat-alat pukul atau tetabuhan yang terbuat dari logam. Alat-alat lainnya berupa kendang, rebab (alat gesek), gambang yaitu sejenis xylophon dengan bilah-bilahnya dari kayu, dan alat berdawai kawat yang dipetik bernama siter atau celepung.
Gamelan Jawa mempunyai tanggapan yang luar biasa di dunia internasional. Saat ini telah banyak diadakan pentas seni gamelan di berbagai negara Eropa dan memperoleh tanggapan yang sangat bagus dari masyarakat di sana. Bahkan sekolah-sekolah di luar negeri yang memasukan seni gamelan sebagai salah satu musik pilihan untuk dipelajari oleh para pelajarnya juga tidak sedikit. Tapi ironisnya di negeri sendiri masih banyak orang yang menyangsikan masa depan gamelan. Terutama para pemuda yang cenderung lebih tertarik pada musik-musik luar yang memiliki instrumen serba canggih. Dari sini diperlukan suatu upaya untuk menarik minat masyarakat kepada kesenian tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa tersebut.
i
Badai Beatriz Renggut Nyawa 3 Orang
Internasional / Rabu, 22 Juni 2011 09:06 WIB
Orang lainnya dilaporkan hilang dan puluhan rumah rusak parah. "Tidak diragukan lagi, Acapulco adalah yang paling terpukul," kata juru bicara keamanan umum negara bagian Guerrero, Ramon Almonte.
Angin berkekuatan tertinggi 130 kilometer (80 mil) per jam mereda pada Selasa sore menjadi 95 kilometer (60 mil) per jam. Badai Beatriz diperkirakan menuju ke Pasifik, dan semakin melemah pada Rabu hari ini. "Tidak ada batasan waktu di pantai atau peringatan yang berlaku," kata Pusat Badai Nasional Amerika Serikat di Miami.
Negara bagian barat Jalisco juga terpukul keras oleh badai, dengan hujan lebat tercatat di Tomatlan, Cabo Corrientes, La Huerta dan Puerto Vallarta, tujuan wisata lain terbesar di Meksiko.
health news:Makan Tanah Liat BaIK UnTUk pencernaan?
KOMPAS.com - Keinginan yang sangat besar untuk makan tanah liat atau disebut geophagy, ternyata kebiasaan yang sudah lama ada. Meski kebiasaan ini tak lazim, tetapi ternyata mempunyai efek positif bagi pencernaan. Geophagy biasanya sering dialami oleh perempuan di awal masa kehamilannya atau pada anak-anak. Setelah diteliti ternyata tanah liat atau lempung tersebut memiliki efek menyamankan perut dan membantu melindungi pelakunya dari virus dan bakteri.
"Tanah liat juga bisa mengikat hal yang berbahaya seperti mikroba, patogen dan virus. Sehingga lempung yang dimakan itu bisa menjadi semacam pelindung, semacam masker lumpur untuk usus kita," kata Sera Young dari Cornell University, New York, AS, yang meneliti mengenai geophagy ini.
Ia menjelaskan, kebiasaan makan lempung ini biasanya dimiliki oleh orang yang tinggal di area tropis dan hangat. Kebiasaan ini banyak dimiliki orang dari berbagai negara, meski sebagian besar orang yang punya kebiasaan aneh ini tidak pernah mengakuinya.
Beberapa hipotesa telah dibuat untuk memahami mengapa ada orang-orang yang hobi makan yang tidak lazim, tetapi belum ada satu kesimpulan bulat mengenai hal ini.
Salah satu teori menyebutkan, keinginan makan tanah atau hal lain yang tak lazim mungkin disebabkan karena anemia atau malnutrisi. Namun, ketika pasien tersebut diberi suplemen zat besi atau mineral, hobi makan yang tak lazim itu tetap ada.
Dalam penelitian yang dilakukan Young, diketahui primata dan mamalia lain juga memiliki kebiasaan yang sama. "Karena hewan biasanya fokus pada survival maka kebiasaan ini pasti punya alasan kuat," katanya.
Untuk menguji teori-teori yang ada, Young dan timnya menganalisa literatur antropologi dan sejarah untuk mengetahui prevalensi geophagy dari seluruh dunia.
Ternyata, keinginan yang kuat untuk makan tanah ini banyak dialami oleh ibu hamil dari berbagai belahan dunia. Misalnya saja di Tanzania dan negara Afrika lain, 30-60 persen ibu hamil pernah makan tanah atau kotoran lain.
Sementara itu di Denmark, secara nasional ditemukan 0,01 persen ibu hamil yang memiliki keinginan serupa. Sementara itu di AS, prevalensi pica (kebiasaan makan benda-benda) sekitar 20-40 persen.
Ternyata kebiasaan makan tanah liat ini memang berkaitan dengan manfaat untuk melindungi diri. "Ibu hamil dan anak-anak yang makan tanah liat mayoritas adalah mereka yang paling rentan pada penyakit infeksi. Keinginan makan tanah ini timbul ketika jumlah patogen meningkat, terutama saat iklim sedang hangat," katanya.
Dalam percobaan pada kelinci dan tikus, para peneliti menemukan tanah lempung akan bertindak seperti pelindung yang mencegah masuknya virus dan bakteri di usus. Selain itu, tanah lempung ini akan meningkatkan penyerapan nutrisi, yang sangat diperlukan di masa kehamilan dan anak-anak.
Manfaat tanah liat untuk pencernaan sebenarnya bukanlah isu baru. Sebuah perusahaan farmasi pernah memproduksi obat antidiare yang terbuat dari tanah liat. Namun perusahaan itu berhenti memproduksi obat itu karena ada isu tanah liat terkontaminasi logam berat.
"Tanah liat juga bisa mengikat hal yang berbahaya seperti mikroba, patogen dan virus. Sehingga lempung yang dimakan itu bisa menjadi semacam pelindung, semacam masker lumpur untuk usus kita," kata Sera Young dari Cornell University, New York, AS, yang meneliti mengenai geophagy ini.
Ia menjelaskan, kebiasaan makan lempung ini biasanya dimiliki oleh orang yang tinggal di area tropis dan hangat. Kebiasaan ini banyak dimiliki orang dari berbagai negara, meski sebagian besar orang yang punya kebiasaan aneh ini tidak pernah mengakuinya.
Beberapa hipotesa telah dibuat untuk memahami mengapa ada orang-orang yang hobi makan yang tidak lazim, tetapi belum ada satu kesimpulan bulat mengenai hal ini.
Salah satu teori menyebutkan, keinginan makan tanah atau hal lain yang tak lazim mungkin disebabkan karena anemia atau malnutrisi. Namun, ketika pasien tersebut diberi suplemen zat besi atau mineral, hobi makan yang tak lazim itu tetap ada.
Dalam penelitian yang dilakukan Young, diketahui primata dan mamalia lain juga memiliki kebiasaan yang sama. "Karena hewan biasanya fokus pada survival maka kebiasaan ini pasti punya alasan kuat," katanya.
Untuk menguji teori-teori yang ada, Young dan timnya menganalisa literatur antropologi dan sejarah untuk mengetahui prevalensi geophagy dari seluruh dunia.
Ternyata, keinginan yang kuat untuk makan tanah ini banyak dialami oleh ibu hamil dari berbagai belahan dunia. Misalnya saja di Tanzania dan negara Afrika lain, 30-60 persen ibu hamil pernah makan tanah atau kotoran lain.
Sementara itu di Denmark, secara nasional ditemukan 0,01 persen ibu hamil yang memiliki keinginan serupa. Sementara itu di AS, prevalensi pica (kebiasaan makan benda-benda) sekitar 20-40 persen.
Ternyata kebiasaan makan tanah liat ini memang berkaitan dengan manfaat untuk melindungi diri. "Ibu hamil dan anak-anak yang makan tanah liat mayoritas adalah mereka yang paling rentan pada penyakit infeksi. Keinginan makan tanah ini timbul ketika jumlah patogen meningkat, terutama saat iklim sedang hangat," katanya.
Dalam percobaan pada kelinci dan tikus, para peneliti menemukan tanah lempung akan bertindak seperti pelindung yang mencegah masuknya virus dan bakteri di usus. Selain itu, tanah lempung ini akan meningkatkan penyerapan nutrisi, yang sangat diperlukan di masa kehamilan dan anak-anak.
Manfaat tanah liat untuk pencernaan sebenarnya bukanlah isu baru. Sebuah perusahaan farmasi pernah memproduksi obat antidiare yang terbuat dari tanah liat. Namun perusahaan itu berhenti memproduksi obat itu karena ada isu tanah liat terkontaminasi logam berat.
ceRiTa SaStRA
Beres?”
Si Kecil mengacungkan jempolnya. “Mereka sudah keluar dari rumah ini, kok.”
“Tapi, rasanya mereka masih ada di luar rumah. Apalagi sih, yang mereka mau lakukan? Atau perlu kita ikut keluar untuk membuat atraksi baru?”
“Hahaha… sudahlah cukup! Kita duduk-duduk dan kumpul di sini saja. Kita ngobrol-ngobrol saja yuk, di sini,” ujar Si Tua yang lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.
“Dasar manusia usil! Maunya apa sih mereka itu?” Si Wanita bersungut-sungut dan lalu ikut mendaratkan tubuhnya di sofa, bersebarangan dengan Si Tua.
“Yah, begitulah mereka. Kita tidak bisa menebak dengan pasti maunya apa. Kecuali, kita menampakkan diri, dan mereka lalu merinding. Ya, ya, seperti itulah yang mereka cari!”
Si Kecil melihat ke sekeliling. “Lho, kok tinggal kita bertiga. Penghuni yang lain ke mana, ya?”
“Sepertinya mereka kelelahan. Yah, pertunjukannya kan sudah berakhir. Hm, mungkin mereka ingin jalan-jalan ke tempat lain.”
Si Tua mengangguk-angguk. “Iya, benar itu! Malam ini malam Jumat kliwon, kan? Malamnya manusia juga suka berulah yang aneh-aneh.”
“Ah, benar itu. Dalam pikiran manusia itu, kita dipercaya punya kekuatan ekstra di malam Jumat Kliwon.” sahut Si Kecil.
“Oh iya, dengar berita kemarin di daerah utara sana? Konon, orang ramai-ramai mengejar Si Hitam yang sedang iseng pamer penampakan! Heboh pokoknya! Mereka bisa marah dan bergerak memukul-mukul angin! Lucunya kata Si Hitam, ada yang bilang ke orang lain kalau dia melihat sosok berwarna hitam dan putih. Eh, tapi yang lain mengatakan, katanya melihat sosok yang warnanya hitam putih terus bentuknya seperti Spiderman. Eh, Spiderman itu apa sih, Cil?” Si Wanita menyikut si kecil.
“Oh, itu tokoh jagoan di dunia manusia. Konon katanya bisa terbang tapi pakai tali yang keluar dari tangannya.”
“Wah, mengalahkan kemampuan kita dong? Jadi ada manusia yang bisa seperti itu? Hebat sekali!”
Si Kecil menggeleng. “Ya tentu tidak. Kalau kita kan melayang tanpa bantuan apapun! Lagi pula, itu cuma cerita buatan manusia saja!”
“Aha, aku tahu ke mana teman-teman kita pergi ke mana!”
Si Wanita menatap si Tua dengan terkejut. “Ke mana? Ke mana? Mereka mencari Spiderman, ya?”
“Ya tentu bukan, lah! Aku itu sedang membicarakan teman-teman kita yang lainnya ya tidak jelas sedang ke mana. Bukan mau bicara tentang Spiderman!”
“Ke mana? Ke mana?” Si Kecil ikut antusias.
“Menurutku, pasti mereka sedang ramai-ramai ke kuburan yang ada pohon beringinnya itu. Kan beberapa hari yang lalu, pohon beringin besat itu baru saja tumbang!”
Dahi Si Wanita mengerut. “Memangnya kenapa? Mereka mau berbondong-bondong membantu para penghuni pohon beringin itu pindah rumah?”
“Hm…” Si Tua jadi berpikir sejenak. “Mungkin barangkali ya?”
“Lho, bagaimana, sih? Katanya tahu. Kok jadi bicara barangkali?”
“Hehehe… soalnya tadi saya berpikirnya, mungkin teman-teman kita yang ada di rumah ini sedang ingin membuat kehebohan di depan manusia di dekat kuburan itu. Pasti mereka ingin unjuk atraksi!”
“Wah… kalau begitu aku mau menyusul, lah!” Si Kecil sudah bersiap-siap melesat pergi.
“Eh, jangan! Masa kamu tega membiarkan aku dan Si Tua berdua di rumah ini?”
“Terus kenapa? Kamu itu tidak usah berpikir yang macam-macam ya? Lagi pula, sebetulnya ada beberapa dari kita yang ada di kamar dan di kolam renang di belakang rumah, kok. Mereka sedang asyik bermain sendiri.” Si Tua menunjuk ke arah kolam yang sedang sibuk berkecipak sendiri.
“Hahaha…”
“Hush! Kamu kenapa jadi tertawa sendiri begitu? Ada apa?” hardik si Wanita kepada Si Kecil.
Si kecil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aduh, aku jadi ingat kejadian barusan tadi. Bagaimana menurut kalian aksiku tadi? Padahal tadi aku cuma membuat jejak kaki di tangga. Tapi memang sih, pakai acara menutup pintu keras-keras dulu tadi! Bagaimana? Aksiku seru, kan?”
“Hm… lumayan!” Si Tua berujar pendek.
“Ah, lumayan apanya? Perempuan yang tadi itu saja langsung lari ke luar rumah! Huh, sukses kamu, Cil! Tapi, jadinya aku yang nggak dapat bagian beraksi tadi!” Si Wanita menggerutu.
“Kenapa? Memangnya kamu punya rencana aksi apa tadi?”
“Aku itu ingin sekali merasuk ke tubuh wanita itu! Katamu, yang seru seperti itu kan yang mereka cari?”
“Ya ya… Kalau saja tadi aksimu tadi bisa berjalan, sebetulnya asyik juga!”
Si Wanita mengangguk-angguk. “Aku terinspirasi dari cerita yang ada di daerah barat daya sana. Sejak ada kejadian kalau ada wanita yang kerasukan, lalu ditambah dengan aksi pintu lemari yang bergerak membuka tutup sendiri, katanya, acara itu jadi peminatnya! Jadi seperti katamu tadi itu ya?”
Si Tua mengangguk sekali saja dengan mantap.
“Tapi sebetulnya, ada nggak ya manusia yang tidak punya rasa takut?”
“Ada! Di daerah selatan sana, pernah ada cerita yang yah, seperti yang baru saja terjadi di rumah kita ini. Tapi versinya, cuma ada seorang pria yang duduk selama empat jam dan direkam oleh banyak kamera.”
“Lalu?” Si Wanita merasa tertarik.
“Nah, pria ini malah asyik ngobrol dengan dirinya sendiri. Ketawa-ketawa. Teriak-teriak memanggil kita. Tunjuk sana tunjuk sini sambil melotot. Ya akhirnya, banyak dari penunggu rumah itu cuma bisa menonton dari pinggir ruangan saja. Orangnya galak sekali, sih!”
“Tapi, apakah tidak ada teman-teman kita yang berani menunjukkan suatu pertunjukan di dalam acara itu? Lempar batu mungkin? Atau, memerlihatkan asap putih yang terbang ke sana sini?”
“Nah lucunya, sepertinya mereka jadi lupa! Soalnya, atraksi si pria itu sangat lucu dan menarik!”
“Hahaha…”
“Hihihi…”
“Hohoho…”
Si Wanita, Si Kecil, dan Si Tua tertawa terbahak-bahak.
“Eh, sebentar… Itu, kenapa orang-orang usil itu kembali masuk ke dalam rumah?”
“Hah, ada yang sepertinya bisa melihat kehadiran kita sedang duduk-duduk di sini!”
“Minggir. Ayo kita minggir! Rasanya mereka memang hendak menuju ke arah kita!”
“Aduh, tolong, tanganku dipegang! Lho kok? Aduh, kenapa tubuhku tertarik ke…”
**
“Siapa kamu?”
“Argh…. Akh…”
“Ayo bilang, siapa namamu? Jawab!”
“Hiks… hiks… ampun…” suara merintih sembari menangis terdengar menyayat.
“Kalau kamu tidak mau bicara, kamu tidak akan saya lepaskan!”
“Ampun… Lepaskan saya… Jangan ganggu saya…”
“Iya, bilang dulu, kamu siapa?”
“Saya penunggu rumah ini. Hihihi…”
“Siapa nama kamu?”
“Saya Marini…”
“Kamu yang dulu bunuh diri di rumah ini, ya?”
Anggukan kepala terlihat beberapa kali dengan pelan.
“Kenapa kamu bunuh diri?”
“Hiks, soalnya saya habis putus cinta. Pacar saya nikah lagi. Hiks! Hihihi…”
“Sekarang, kamu keluar dari tubuh ini!”
“Argh… saya tidak mau!”
“Lho, sekarang siapa kamu?”
“Saya Si Tua yang menunggu di pohon beringin yang ada di belakang rumah.”
“Kenapa kamu ikut merasuki tubuh ini? Ayo keluar!”
“Saya tidak mau!”
Sepasang mata melotot menatap dengan jalang ke arah segala penjuru. Tiba-tiba, pandangannya berhenti pada sesosok wanita yang tampak berdiri ketakutan.
“Ah, tolong… Kok dia jadi mau mengejar saya?”
“Kamu, keluar! Jangan ganggu wanita itu!”
“Saya mau dia!”
“Sudah, jangan macam-macam. Kamu harus keluar!”
Sebuah telapak tangan menepuk keras dahi seorang pria yang sedari tadi menggelepar-gelepar.
“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi ini, Pak?”
Sesaat, pria yang ditanya itu mengehela nafas besar berekspresi lega dan lelah. “Mereka yang tadi masuk ke dalam tubuh perantara kita, sepertinya sejak kita keluar sebentar dari rumah ini, mereka sedang asyik duduk-duduk di sofa ini. Mereka adalah penunggu rumah ini yang sering aktif menampakkan diri sehingga masyarakat sekitar sampai bisa melihatnya.”
“Jadi, mereka tadi itu jahat tidak, Pak?”
“Kalau yang wanita, kadang usil, kadang baik. Kalau yang itu wujudnya kuntilanak. Jadi rambutnya panjang, lalu pakaiannya putih panjang begitu. Tapi kalau yang suara pria tua, yang terakhir tadi, itu memang yang bisa dikatakan ketua dari para penunggu alam ghaib di rumah ini! Rumahnya memang di pohon beringin yang ada di belakang rumah. Bahkan pernah ada cerita ya kalau tidak salah, sewaktu beringin itu akan ditebang, kapak setajam apapun tidak bisa membuat beringin itu tumbang. Jin tua itu punya kekuatan yang kuat sekali untuk memertahankan pohon tersebut. Juga, menjaga rumah ini dari manusia yang mencoba-coba masuk ke dalam rumah.”
“Jadi, cuma ada dua sosok itu, Pak yang saat ini sedang ada di sekitar kita?”
“Ah, tidak. Sebetulnya di sekitar kita ini ada satu lagi. Bentuknya seperti tuyul. Jadi, wujudnya anak kecil begitu. Dia wataknya mirip seperti yang sosok kuntilanak. Kadang dia diam saja dan tidak mengusik. Tapi kadang juga dia usil dan menimpuki kerikil ke orang-orang yang kebetulah melintasi rumah ini. Nah, dia inilah yang tadi sempat menunjukkan tapak kakinya di tangga tadi.”
“Baiklah. Jadi seperti itu ya Pak yang terjadi? Lantas ada sosok lagi tidak Pak di sekitar kita saat ini?”
Pria yang ditanya menatap berkeliling. Beberapa detik, ia lalu memenjamkan mata. “Tadi kalau pas sebelum kita masuk, ada sosok yang sedang main air di kolam belakang. Tapi kalau yang tadi menampakkan seperti asap hitam, lalu asap putih, itu sepertinya mereka sedang pergi dari rumah ini.”
“Yah, baiklah pemirsa. Jadi, seperti itulah kondisi alam ghaib berikut fenomena-fenomena yang bisa Anda saksikan di rumah ini. Terus saksikan episode-episode lain dari Beda Dunia di waktu berikutnya. Selamat malam!”
**
“Apa yang mereka lihat? Jadi apa tadi kata orang itu?”
“Ada jin tua, kuntilanak, dan tuyul yang sedang asyik ngobrol di ruang tengah.”
“Jadi dia yakini lagi penglihatan yang katanya ghaib itu?”
“Ya, tepat! Mereka menipu diri mereka sendiri lagi!”
“Jadi, yang mana dari kita yang disebut tuyul, jin tua, dan kuntilanak?”
“Ya pokoknya kita bertiga!”
“Aneh, padahal dari tadi kita kan cuma duduk manis di sini dan melihat pikiran mereka hilir mudik ke sana sini?!”
“Ya, dan kita tadi cuma memainkan sentuhan di sana sini saja.”
Tiga sosok yang tidak bisa dijelaskan bentuk rupanya itu pun bertepuk tangan dengan senang.
Si Kecil mengacungkan jempolnya. “Mereka sudah keluar dari rumah ini, kok.”
“Tapi, rasanya mereka masih ada di luar rumah. Apalagi sih, yang mereka mau lakukan? Atau perlu kita ikut keluar untuk membuat atraksi baru?”
“Hahaha… sudahlah cukup! Kita duduk-duduk dan kumpul di sini saja. Kita ngobrol-ngobrol saja yuk, di sini,” ujar Si Tua yang lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.
“Dasar manusia usil! Maunya apa sih mereka itu?” Si Wanita bersungut-sungut dan lalu ikut mendaratkan tubuhnya di sofa, bersebarangan dengan Si Tua.
“Yah, begitulah mereka. Kita tidak bisa menebak dengan pasti maunya apa. Kecuali, kita menampakkan diri, dan mereka lalu merinding. Ya, ya, seperti itulah yang mereka cari!”
Si Kecil melihat ke sekeliling. “Lho, kok tinggal kita bertiga. Penghuni yang lain ke mana, ya?”
“Sepertinya mereka kelelahan. Yah, pertunjukannya kan sudah berakhir. Hm, mungkin mereka ingin jalan-jalan ke tempat lain.”
Si Tua mengangguk-angguk. “Iya, benar itu! Malam ini malam Jumat kliwon, kan? Malamnya manusia juga suka berulah yang aneh-aneh.”
“Ah, benar itu. Dalam pikiran manusia itu, kita dipercaya punya kekuatan ekstra di malam Jumat Kliwon.” sahut Si Kecil.
“Oh iya, dengar berita kemarin di daerah utara sana? Konon, orang ramai-ramai mengejar Si Hitam yang sedang iseng pamer penampakan! Heboh pokoknya! Mereka bisa marah dan bergerak memukul-mukul angin! Lucunya kata Si Hitam, ada yang bilang ke orang lain kalau dia melihat sosok berwarna hitam dan putih. Eh, tapi yang lain mengatakan, katanya melihat sosok yang warnanya hitam putih terus bentuknya seperti Spiderman. Eh, Spiderman itu apa sih, Cil?” Si Wanita menyikut si kecil.
“Oh, itu tokoh jagoan di dunia manusia. Konon katanya bisa terbang tapi pakai tali yang keluar dari tangannya.”
“Wah, mengalahkan kemampuan kita dong? Jadi ada manusia yang bisa seperti itu? Hebat sekali!”
Si Kecil menggeleng. “Ya tentu tidak. Kalau kita kan melayang tanpa bantuan apapun! Lagi pula, itu cuma cerita buatan manusia saja!”
“Aha, aku tahu ke mana teman-teman kita pergi ke mana!”
Si Wanita menatap si Tua dengan terkejut. “Ke mana? Ke mana? Mereka mencari Spiderman, ya?”
“Ya tentu bukan, lah! Aku itu sedang membicarakan teman-teman kita yang lainnya ya tidak jelas sedang ke mana. Bukan mau bicara tentang Spiderman!”
“Ke mana? Ke mana?” Si Kecil ikut antusias.
“Menurutku, pasti mereka sedang ramai-ramai ke kuburan yang ada pohon beringinnya itu. Kan beberapa hari yang lalu, pohon beringin besat itu baru saja tumbang!”
Dahi Si Wanita mengerut. “Memangnya kenapa? Mereka mau berbondong-bondong membantu para penghuni pohon beringin itu pindah rumah?”
“Hm…” Si Tua jadi berpikir sejenak. “Mungkin barangkali ya?”
“Lho, bagaimana, sih? Katanya tahu. Kok jadi bicara barangkali?”
“Hehehe… soalnya tadi saya berpikirnya, mungkin teman-teman kita yang ada di rumah ini sedang ingin membuat kehebohan di depan manusia di dekat kuburan itu. Pasti mereka ingin unjuk atraksi!”
“Wah… kalau begitu aku mau menyusul, lah!” Si Kecil sudah bersiap-siap melesat pergi.
“Eh, jangan! Masa kamu tega membiarkan aku dan Si Tua berdua di rumah ini?”
“Terus kenapa? Kamu itu tidak usah berpikir yang macam-macam ya? Lagi pula, sebetulnya ada beberapa dari kita yang ada di kamar dan di kolam renang di belakang rumah, kok. Mereka sedang asyik bermain sendiri.” Si Tua menunjuk ke arah kolam yang sedang sibuk berkecipak sendiri.
“Hahaha…”
“Hush! Kamu kenapa jadi tertawa sendiri begitu? Ada apa?” hardik si Wanita kepada Si Kecil.
Si kecil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aduh, aku jadi ingat kejadian barusan tadi. Bagaimana menurut kalian aksiku tadi? Padahal tadi aku cuma membuat jejak kaki di tangga. Tapi memang sih, pakai acara menutup pintu keras-keras dulu tadi! Bagaimana? Aksiku seru, kan?”
“Hm… lumayan!” Si Tua berujar pendek.
“Ah, lumayan apanya? Perempuan yang tadi itu saja langsung lari ke luar rumah! Huh, sukses kamu, Cil! Tapi, jadinya aku yang nggak dapat bagian beraksi tadi!” Si Wanita menggerutu.
“Kenapa? Memangnya kamu punya rencana aksi apa tadi?”
“Aku itu ingin sekali merasuk ke tubuh wanita itu! Katamu, yang seru seperti itu kan yang mereka cari?”
“Ya ya… Kalau saja tadi aksimu tadi bisa berjalan, sebetulnya asyik juga!”
Si Wanita mengangguk-angguk. “Aku terinspirasi dari cerita yang ada di daerah barat daya sana. Sejak ada kejadian kalau ada wanita yang kerasukan, lalu ditambah dengan aksi pintu lemari yang bergerak membuka tutup sendiri, katanya, acara itu jadi peminatnya! Jadi seperti katamu tadi itu ya?”
Si Tua mengangguk sekali saja dengan mantap.
“Tapi sebetulnya, ada nggak ya manusia yang tidak punya rasa takut?”
“Ada! Di daerah selatan sana, pernah ada cerita yang yah, seperti yang baru saja terjadi di rumah kita ini. Tapi versinya, cuma ada seorang pria yang duduk selama empat jam dan direkam oleh banyak kamera.”
“Lalu?” Si Wanita merasa tertarik.
“Nah, pria ini malah asyik ngobrol dengan dirinya sendiri. Ketawa-ketawa. Teriak-teriak memanggil kita. Tunjuk sana tunjuk sini sambil melotot. Ya akhirnya, banyak dari penunggu rumah itu cuma bisa menonton dari pinggir ruangan saja. Orangnya galak sekali, sih!”
“Tapi, apakah tidak ada teman-teman kita yang berani menunjukkan suatu pertunjukan di dalam acara itu? Lempar batu mungkin? Atau, memerlihatkan asap putih yang terbang ke sana sini?”
“Nah lucunya, sepertinya mereka jadi lupa! Soalnya, atraksi si pria itu sangat lucu dan menarik!”
“Hahaha…”
“Hihihi…”
“Hohoho…”
Si Wanita, Si Kecil, dan Si Tua tertawa terbahak-bahak.
“Eh, sebentar… Itu, kenapa orang-orang usil itu kembali masuk ke dalam rumah?”
“Hah, ada yang sepertinya bisa melihat kehadiran kita sedang duduk-duduk di sini!”
“Minggir. Ayo kita minggir! Rasanya mereka memang hendak menuju ke arah kita!”
“Aduh, tolong, tanganku dipegang! Lho kok? Aduh, kenapa tubuhku tertarik ke…”
**
“Siapa kamu?”
“Argh…. Akh…”
“Ayo bilang, siapa namamu? Jawab!”
“Hiks… hiks… ampun…” suara merintih sembari menangis terdengar menyayat.
“Kalau kamu tidak mau bicara, kamu tidak akan saya lepaskan!”
“Ampun… Lepaskan saya… Jangan ganggu saya…”
“Iya, bilang dulu, kamu siapa?”
“Saya penunggu rumah ini. Hihihi…”
“Siapa nama kamu?”
“Saya Marini…”
“Kamu yang dulu bunuh diri di rumah ini, ya?”
Anggukan kepala terlihat beberapa kali dengan pelan.
“Kenapa kamu bunuh diri?”
“Hiks, soalnya saya habis putus cinta. Pacar saya nikah lagi. Hiks! Hihihi…”
“Sekarang, kamu keluar dari tubuh ini!”
“Argh… saya tidak mau!”
“Lho, sekarang siapa kamu?”
“Saya Si Tua yang menunggu di pohon beringin yang ada di belakang rumah.”
“Kenapa kamu ikut merasuki tubuh ini? Ayo keluar!”
“Saya tidak mau!”
Sepasang mata melotot menatap dengan jalang ke arah segala penjuru. Tiba-tiba, pandangannya berhenti pada sesosok wanita yang tampak berdiri ketakutan.
“Ah, tolong… Kok dia jadi mau mengejar saya?”
“Kamu, keluar! Jangan ganggu wanita itu!”
“Saya mau dia!”
“Sudah, jangan macam-macam. Kamu harus keluar!”
Sebuah telapak tangan menepuk keras dahi seorang pria yang sedari tadi menggelepar-gelepar.
“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi ini, Pak?”
Sesaat, pria yang ditanya itu mengehela nafas besar berekspresi lega dan lelah. “Mereka yang tadi masuk ke dalam tubuh perantara kita, sepertinya sejak kita keluar sebentar dari rumah ini, mereka sedang asyik duduk-duduk di sofa ini. Mereka adalah penunggu rumah ini yang sering aktif menampakkan diri sehingga masyarakat sekitar sampai bisa melihatnya.”
“Jadi, mereka tadi itu jahat tidak, Pak?”
“Kalau yang wanita, kadang usil, kadang baik. Kalau yang itu wujudnya kuntilanak. Jadi rambutnya panjang, lalu pakaiannya putih panjang begitu. Tapi kalau yang suara pria tua, yang terakhir tadi, itu memang yang bisa dikatakan ketua dari para penunggu alam ghaib di rumah ini! Rumahnya memang di pohon beringin yang ada di belakang rumah. Bahkan pernah ada cerita ya kalau tidak salah, sewaktu beringin itu akan ditebang, kapak setajam apapun tidak bisa membuat beringin itu tumbang. Jin tua itu punya kekuatan yang kuat sekali untuk memertahankan pohon tersebut. Juga, menjaga rumah ini dari manusia yang mencoba-coba masuk ke dalam rumah.”
“Jadi, cuma ada dua sosok itu, Pak yang saat ini sedang ada di sekitar kita?”
“Ah, tidak. Sebetulnya di sekitar kita ini ada satu lagi. Bentuknya seperti tuyul. Jadi, wujudnya anak kecil begitu. Dia wataknya mirip seperti yang sosok kuntilanak. Kadang dia diam saja dan tidak mengusik. Tapi kadang juga dia usil dan menimpuki kerikil ke orang-orang yang kebetulah melintasi rumah ini. Nah, dia inilah yang tadi sempat menunjukkan tapak kakinya di tangga tadi.”
“Baiklah. Jadi seperti itu ya Pak yang terjadi? Lantas ada sosok lagi tidak Pak di sekitar kita saat ini?”
Pria yang ditanya menatap berkeliling. Beberapa detik, ia lalu memenjamkan mata. “Tadi kalau pas sebelum kita masuk, ada sosok yang sedang main air di kolam belakang. Tapi kalau yang tadi menampakkan seperti asap hitam, lalu asap putih, itu sepertinya mereka sedang pergi dari rumah ini.”
“Yah, baiklah pemirsa. Jadi, seperti itulah kondisi alam ghaib berikut fenomena-fenomena yang bisa Anda saksikan di rumah ini. Terus saksikan episode-episode lain dari Beda Dunia di waktu berikutnya. Selamat malam!”
**
“Apa yang mereka lihat? Jadi apa tadi kata orang itu?”
“Ada jin tua, kuntilanak, dan tuyul yang sedang asyik ngobrol di ruang tengah.”
“Jadi dia yakini lagi penglihatan yang katanya ghaib itu?”
“Ya, tepat! Mereka menipu diri mereka sendiri lagi!”
“Jadi, yang mana dari kita yang disebut tuyul, jin tua, dan kuntilanak?”
“Ya pokoknya kita bertiga!”
“Aneh, padahal dari tadi kita kan cuma duduk manis di sini dan melihat pikiran mereka hilir mudik ke sana sini?!”
“Ya, dan kita tadi cuma memainkan sentuhan di sana sini saja.”
Tiga sosok yang tidak bisa dijelaskan bentuk rupanya itu pun bertepuk tangan dengan senang.
bahasa inggris merupakan bahasa internasional
Bahasa Inggris merupakan bahasa international yang digunakan dalam berkomunikasi terutama dalam dunia usaha, salah satu contohnya adalah komunikasi dalam bisnis. Dalam sektror tersebut bahasa Inggris merupakan bahasa yang mempersatukan perbedaan-perbedaan antar Negara. Oleh karena itu untuk memasuki suatu usaha ataupun kegiatan perekonomian sangat dituntut untuk menguasai bahasa international terutama bagi usaha yang mempunyai aktivitas berhubungan dengan perusahaan-perusahaan dinegara-negara lain.
Kemampuan dasar Berbahasa Inggris yang harus dimiliki beberapa contohnya adalah kemampuan dalam Bahasa Inggris conversation, letter writing, reporting, negotiating, presentation skill dari hal yang disebutkan conversation merupakan basic dari penggunaan bahasa Inggris dimana conversation in English akan banyak digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari seperti dalam bentuk telephoning, ataupun percakapan face to face dengan partner bisnis, selain dari conversation in English letter writing juga merupakan kegiatan yang sering digunakan dalam aktivitas bisnis seperti halnya menulis surat, membuat email hal tersebut merupakan aktivitas bisnis yang terjadi sehari-hari,
Oleh karena bahasa Inggris merupakan alat komunikasi international yang sudah diakui dunia maka tidak ada pilihan bagi sesorang yang akan terjun kedunia usaha untuk bisa dan harus menguasai bahasa Inggris, jadi mulailah belajar bahasa Inggris agar bisa tetap bertahan dan eksis dalam dunia usaha. Dalam berbisnis komunikasi merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan sebuah usaha
Kemampuan dasar Berbahasa Inggris yang harus dimiliki beberapa contohnya adalah kemampuan dalam Bahasa Inggris conversation, letter writing, reporting, negotiating, presentation skill dari hal yang disebutkan conversation merupakan basic dari penggunaan bahasa Inggris dimana conversation in English akan banyak digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari seperti dalam bentuk telephoning, ataupun percakapan face to face dengan partner bisnis, selain dari conversation in English letter writing juga merupakan kegiatan yang sering digunakan dalam aktivitas bisnis seperti halnya menulis surat, membuat email hal tersebut merupakan aktivitas bisnis yang terjadi sehari-hari,
Oleh karena bahasa Inggris merupakan alat komunikasi international yang sudah diakui dunia maka tidak ada pilihan bagi sesorang yang akan terjun kedunia usaha untuk bisa dan harus menguasai bahasa Inggris, jadi mulailah belajar bahasa Inggris agar bisa tetap bertahan dan eksis dalam dunia usaha. Dalam berbisnis komunikasi merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan sebuah usaha
Mengenal sastra Arab
Apa itu sastra ?
Apa saja yang ada dalam adab?
Secara garis besar, karya adab dibedakan atas dua genre ( النوع ), yaitu puisi (الشعر) dan prosa ( النثر ). Secara kategoris, puisi bisa dibedakan atas puisi perasaan (الشعر الغنائي أوالوجداني ), puisi cerita (الشعر القصصي أو الملحمي), puisi perumpamaan (الشعر التمثيلي ), dan puisi pengajaran ( الشعر التعليمي ). Prosa bisa dibedakan atas prosa tertulis dan prosa tak tertulis.
Prosa tertulis meliputi prosa naratif (القصة) dan prosa non naratif (المقال). Prosa naratif meliputi biografi (الرواية), kisah (القصة) , cerita pendek (الأقصوصة = القصة القصيرة), dan novel. Adapun prosa non naratif bisa dibedakan atas prosa subyektif (argumentasi/persuasi) (المقال الذاتي) dan prosa obyektif (deskripsi/eksposisi) (المقال الموضوعي). Prosa tak tertulis meliputi pidato (الخطابة), ceramah (baik ceramah audiovisual (المحاضرة) maupun ceramah auditorial (الحديث الاذاعي), dan drama (المسرحية). Drama sendiri dibedakan atas drama komedi (الملهاة) dan drama nonkomedi (المأساة). Diantara berbagai genre adab diatas, novel dan drama merupakan genre yang tidak asli Arab, akan tetapi datang dari Eropa.
Perkembangan adab dari masa ke masa
Pada zaman jahiliyah, genre adab yang paling n ialah puisi. Saat itu puisi yang paling populer ialah المعلقات (Puisi-puisi Yang Tergantung). Disebut demikian karena puisi-puisi tersebut digantungkan di dinding Ka’bah. Dinding Ka’bah kala itu kurang lebih juga berfungsi sebagai “majalah dinding”. Penyair yang paling terkenal pada masa jahiliyyah ialah Imru’ul Qais. Disamping itu tercatat pula nama-nama seperti Al-A’syaa, Al-Khansa, dan Nabighah Adz-Dzibyani.
Berdasarkan temanya, puisi zaman jahiliyah dibedakan atas الفخر (membangga-banggakan diri atau suku), الحماسة (kepahlawanan), المدح (puji-pujian), الرثاء (rasa putus asa, penyesalan, dan kesedihan),الهجاء (kebencian dan olok-olok), الوصف (tentang keadaan alam), الغزل (tentang wanita), الاعتذار (permintaan maaf).
Setelah Islam datang, tidak berarti bahwa puisi-puisi menjadi dilarang. Islam datang untuk memelihara yang sudah baik, memperbaiki yang kurang baik, menghilangkan yang buruk-buruk saja, dan melengkapi yang masih lowong. Tentang puisi, Nabi bersabda,”إن من الشعر حكمة (Sesungguhnya diantara puisi itu terdapat hikmah)”. Ketika Hasan ibn Tsabit (شاعر الإسلام ) mengajak untuk mencemooh musuh – musuh Islam, Nabi berkata, ”هجاهم و جبريل معك (Cemoohlah mereka, Jibril bersamamu)”. Nabi pernah memuji puisi Umayyah ibn Abu Shalti, seorang penyair jahiliyah yang menjauhi khamr dan berhala. Nabi juga pernah memuji puisi Al-Khansa, seorang wanita penyair zaman jahiliyyah. Bahkan, Nabi pernah menghadiahkan burdah (gamis)-nya kepada Ka’ab ibn Zuhair saat Ka’ab membacakan qasidahnya yang berjudul بنات سعاد . Karena itu, muncullah apa yang disebut dengan Qasidah Burdah. Di masa permulaan Islam ini, berkembang pula genre pidato dan surat korespondensi. Surat-surat pada mulanya dibuat oleh Nabi untuk menyeru raja-raja di sekitar Arab agar masuk Islam.
Pada masa Bani Umayyah, muncul tema-tema politik dan polemiknya sebagai dampak dari ramainya pergelutan politik dan aliran keagamaan. Namun, pada masa ini Islam juga mencapai prestasi pembebasan (القتوح) yang luar biasa, sehingga banyak memunculkan شعر الفتوح و الدعوة الإسلامية (Puisi Pembebasan dan Dakwah Islam). Para penyair yang terkenal pada masa ini antara lain Dzur Rimah, Farazdaq, Jarir, Akhtal, dan Qais ibn Al-Mulawwih (terkenal dengan sebutan Majnun Laila).
Pada zaman Bani Abbasiyah, surat menyurat menjadi semakin penting dalam rangka penyelenggaraan sistem pemerintahan yang semakin kompleks. Dalam genre prosa, muncul prosa pembaruan (النثر التجديدي) yang ditokohi oleh Abdullah ibn Muqaffa dan juga prosa lirik yang ditokohi oleh antara lain Al-Jahizh. Salah satu prosa terkenal dari masa ini ialah Kisah Seribu Satu Malam (ألف ليلة و ليلة). Dalam dunia puisi juga muncul puisi pembaruan yang ditokohi oleh antara lain Abu Nuwas dan Abul Atahiyah.
Masa Bani Abbasiyah sering disebut-sebut sebagai Masa Keemasan Sastra Arab. Karena Islam juga eksis di Andalusia (Spanyol), maka tidak ayal lagi kesusastraan Arab juga berkembang disana. Pada zaman Harun Al-Rasyid, berdiri Biro Penerjemahan Darul Hikmah. Namun hal lain yang perlu dicatat ialah bahwa pada masa ini banyak terjadi kekeliruan berbahasa di tengah masyarakat akibat pergumulan yang kuat bangsa Arab dengan bangsa ajam (non Arab).
Setelah melewati Masa Keemasan, kesusastraan Arab kemudian memasuki masa kemunduran, yang sering juga disebut sebagai zaman pertengahan, zaman Mamluk, atau zaman Turki. Secara umum kemunduran ini disebabkan oleh mulai timbulnya instabilitas politik. Bahasa Arab saat itu bahkan bisa dikatakan telah hancur dihadapan bahasa resmi, Turki. Meski namanya zaman kemunduran, namun tidak sedikit para sastrawan ternama muncul pada masa ini.
Menjelang zaman modern, sastra Arab mulai dihadapkan dengan sastra Barat. Dalam hal ini, terdapat dua aliran utama. Pertama, aliran konservatif (المحافظون), yakni mereka yang masih memegang kaidah puisi Arab secara kuat. Mereka itu antara lain Mahmud Al-Barudi dan Ahmad Syauqi. Yang terakhir disebut ini sering dikenal dengan sebutan أمير الشعراء (Pangeran Para Penyair) dan Poet of Court (Penyair Istana). Disamping itu terdapat pula Hafizh Ibrahim yang dikenal dengan sebutan Poet of People (Penyair Rakyat). Aliran yang kedua ialah aliran modernis (المجددون), yakni mereka yang ingin lepas dari kaidah dan a tradisional serta sangat terpengaruh oleh sastra Barat.
Memasuki zaman modern, perseteruan antara sastra Arab dan sastra Barat semakin menjadi-jadi. Dalam dunia puisi, terdapat dua aliran utama, yakni konservatif dan modernis. Di kubu konservatif terdapat Mushthafa Shadiq Al- Rafi’i, Mahmud Abbas Al-Aqqad dan kawan-kawan. Sementara di kubu modernis terdapat Ahmad Amin, Muhammad Husain Haikal, Taha Husain, dan kawan-kawan. Dalam dunia puisi juga terdapat aliran konservatif dan modernis. Aliran modernis memperkenalkan puisi bebas (puisi tanpa sajak). Beberapa sastrawan aliran Romantik pada tahun 1930-an telah mendirikan kelompok penyair bernama Kelompok Apollo. Satu perkembangan unik puisi di masa ini ialah munculnya شعر المقاومة (Puisi Perlawanan) yaitu puisi yang menggelorakan perlawanan Islam dan Arab melawan Zionis Israel.
Kesusastraan Arab tidak hanya telah diramaikan oleh umat Islam. Beberapa sastrawan nonmuslim, meskipun tidak banyak, telah diakui (minimal oleh dunia Barat) sebagai bagian dari komunitas sastra Arab. Diantara mereka terdapat Khalil Jibran (Kahlil Gibran), dengan karya terkenalnya الأجنحة المتكسرة (Sayap-sayap Patah) dan الأرواح المتمردة (Jiwa-jiwa Pemberontak).
Istilah adab saat ini banyak digunakan dengan makna sastra, seperti istilah كلية الأدب ( Fakultas Sastra ), تاريخ الأدب العربي (Sejarah Kesusastraan Arab), النقد الأدبي ( Kritik Sastra ), dan الأدب المقارن (Sastra Perbandingan). Adab merupakan suatu bentuk ekspresi kehidupan melalui sarana bahasa. Karena itu, mempelajari adab juga erat hubungannya dengan mempelajari kebudayaan dan lingkungan yang melingkupinya. Adab juga bisa dikatakan sebagai sebuah bentuk seni, sebagaimana seni musik atau seni rupa, hanya saja ia menggunakan bahasa sebagai sarananya.
Sejarah kesusastraan Arab terdiri dari beberapa periode, yaitu zaman jahiliyyah (pra-Islam), zaman permulaan Islam, zaman Bani Umayyah, zaman Bani Abbasiyah (berakhir bersamaan dengan keruntuhan Baghdad akibat serangan Mongol), zaman pertengahan / zaman kemunduran, dan zaman modern (sejak abad ke-13 H).
Apa saja yang ada dalam adab?
Secara garis besar, karya adab dibedakan atas dua genre ( النوع ), yaitu puisi (الشعر) dan prosa ( النثر ). Secara kategoris, puisi bisa dibedakan atas puisi perasaan (الشعر الغنائي أوالوجداني ), puisi cerita (الشعر القصصي أو الملحمي), puisi perumpamaan (الشعر التمثيلي ), dan puisi pengajaran ( الشعر التعليمي ). Prosa bisa dibedakan atas prosa tertulis dan prosa tak tertulis.
Prosa tertulis meliputi prosa naratif (القصة) dan prosa non naratif (المقال). Prosa naratif meliputi biografi (الرواية), kisah (القصة) , cerita pendek (الأقصوصة = القصة القصيرة), dan novel. Adapun prosa non naratif bisa dibedakan atas prosa subyektif (argumentasi/persuasi) (المقال الذاتي) dan prosa obyektif (deskripsi/eksposisi) (المقال الموضوعي). Prosa tak tertulis meliputi pidato (الخطابة), ceramah (baik ceramah audiovisual (المحاضرة) maupun ceramah auditorial (الحديث الاذاعي), dan drama (المسرحية). Drama sendiri dibedakan atas drama komedi (الملهاة) dan drama nonkomedi (المأساة). Diantara berbagai genre adab diatas, novel dan drama merupakan genre yang tidak asli Arab, akan tetapi datang dari Eropa.
Perkembangan adab dari masa ke masa
Pada zaman jahiliyah, genre adab yang paling n ialah puisi. Saat itu puisi yang paling populer ialah المعلقات (Puisi-puisi Yang Tergantung). Disebut demikian karena puisi-puisi tersebut digantungkan di dinding Ka’bah. Dinding Ka’bah kala itu kurang lebih juga berfungsi sebagai “majalah dinding”. Penyair yang paling terkenal pada masa jahiliyyah ialah Imru’ul Qais. Disamping itu tercatat pula nama-nama seperti Al-A’syaa, Al-Khansa, dan Nabighah Adz-Dzibyani.
Berdasarkan temanya, puisi zaman jahiliyah dibedakan atas الفخر (membangga-banggakan diri atau suku), الحماسة (kepahlawanan), المدح (puji-pujian), الرثاء (rasa putus asa, penyesalan, dan kesedihan),الهجاء (kebencian dan olok-olok), الوصف (tentang keadaan alam), الغزل (tentang wanita), الاعتذار (permintaan maaf).
Setelah Islam datang, tidak berarti bahwa puisi-puisi menjadi dilarang. Islam datang untuk memelihara yang sudah baik, memperbaiki yang kurang baik, menghilangkan yang buruk-buruk saja, dan melengkapi yang masih lowong. Tentang puisi, Nabi bersabda,”إن من الشعر حكمة (Sesungguhnya diantara puisi itu terdapat hikmah)”. Ketika Hasan ibn Tsabit (شاعر الإسلام ) mengajak untuk mencemooh musuh – musuh Islam, Nabi berkata, ”هجاهم و جبريل معك (Cemoohlah mereka, Jibril bersamamu)”. Nabi pernah memuji puisi Umayyah ibn Abu Shalti, seorang penyair jahiliyah yang menjauhi khamr dan berhala. Nabi juga pernah memuji puisi Al-Khansa, seorang wanita penyair zaman jahiliyyah. Bahkan, Nabi pernah menghadiahkan burdah (gamis)-nya kepada Ka’ab ibn Zuhair saat Ka’ab membacakan qasidahnya yang berjudul بنات سعاد . Karena itu, muncullah apa yang disebut dengan Qasidah Burdah. Di masa permulaan Islam ini, berkembang pula genre pidato dan surat korespondensi. Surat-surat pada mulanya dibuat oleh Nabi untuk menyeru raja-raja di sekitar Arab agar masuk Islam.
Pada masa Bani Umayyah, muncul tema-tema politik dan polemiknya sebagai dampak dari ramainya pergelutan politik dan aliran keagamaan. Namun, pada masa ini Islam juga mencapai prestasi pembebasan (القتوح) yang luar biasa, sehingga banyak memunculkan شعر الفتوح و الدعوة الإسلامية (Puisi Pembebasan dan Dakwah Islam). Para penyair yang terkenal pada masa ini antara lain Dzur Rimah, Farazdaq, Jarir, Akhtal, dan Qais ibn Al-Mulawwih (terkenal dengan sebutan Majnun Laila).
Pada zaman Bani Abbasiyah, surat menyurat menjadi semakin penting dalam rangka penyelenggaraan sistem pemerintahan yang semakin kompleks. Dalam genre prosa, muncul prosa pembaruan (النثر التجديدي) yang ditokohi oleh Abdullah ibn Muqaffa dan juga prosa lirik yang ditokohi oleh antara lain Al-Jahizh. Salah satu prosa terkenal dari masa ini ialah Kisah Seribu Satu Malam (ألف ليلة و ليلة). Dalam dunia puisi juga muncul puisi pembaruan yang ditokohi oleh antara lain Abu Nuwas dan Abul Atahiyah.
Masa Bani Abbasiyah sering disebut-sebut sebagai Masa Keemasan Sastra Arab. Karena Islam juga eksis di Andalusia (Spanyol), maka tidak ayal lagi kesusastraan Arab juga berkembang disana. Pada zaman Harun Al-Rasyid, berdiri Biro Penerjemahan Darul Hikmah. Namun hal lain yang perlu dicatat ialah bahwa pada masa ini banyak terjadi kekeliruan berbahasa di tengah masyarakat akibat pergumulan yang kuat bangsa Arab dengan bangsa ajam (non Arab).
Setelah melewati Masa Keemasan, kesusastraan Arab kemudian memasuki masa kemunduran, yang sering juga disebut sebagai zaman pertengahan, zaman Mamluk, atau zaman Turki. Secara umum kemunduran ini disebabkan oleh mulai timbulnya instabilitas politik. Bahasa Arab saat itu bahkan bisa dikatakan telah hancur dihadapan bahasa resmi, Turki. Meski namanya zaman kemunduran, namun tidak sedikit para sastrawan ternama muncul pada masa ini.
Menjelang zaman modern, sastra Arab mulai dihadapkan dengan sastra Barat. Dalam hal ini, terdapat dua aliran utama. Pertama, aliran konservatif (المحافظون), yakni mereka yang masih memegang kaidah puisi Arab secara kuat. Mereka itu antara lain Mahmud Al-Barudi dan Ahmad Syauqi. Yang terakhir disebut ini sering dikenal dengan sebutan أمير الشعراء (Pangeran Para Penyair) dan Poet of Court (Penyair Istana). Disamping itu terdapat pula Hafizh Ibrahim yang dikenal dengan sebutan Poet of People (Penyair Rakyat). Aliran yang kedua ialah aliran modernis (المجددون), yakni mereka yang ingin lepas dari kaidah dan a tradisional serta sangat terpengaruh oleh sastra Barat.
Memasuki zaman modern, perseteruan antara sastra Arab dan sastra Barat semakin menjadi-jadi. Dalam dunia puisi, terdapat dua aliran utama, yakni konservatif dan modernis. Di kubu konservatif terdapat Mushthafa Shadiq Al- Rafi’i, Mahmud Abbas Al-Aqqad dan kawan-kawan. Sementara di kubu modernis terdapat Ahmad Amin, Muhammad Husain Haikal, Taha Husain, dan kawan-kawan. Dalam dunia puisi juga terdapat aliran konservatif dan modernis. Aliran modernis memperkenalkan puisi bebas (puisi tanpa sajak). Beberapa sastrawan aliran Romantik pada tahun 1930-an telah mendirikan kelompok penyair bernama Kelompok Apollo. Satu perkembangan unik puisi di masa ini ialah munculnya شعر المقاومة (Puisi Perlawanan) yaitu puisi yang menggelorakan perlawanan Islam dan Arab melawan Zionis Israel.
Kesusastraan Arab tidak hanya telah diramaikan oleh umat Islam. Beberapa sastrawan nonmuslim, meskipun tidak banyak, telah diakui (minimal oleh dunia Barat) sebagai bagian dari komunitas sastra Arab. Diantara mereka terdapat Khalil Jibran (Kahlil Gibran), dengan karya terkenalnya الأجنحة المتكسرة (Sayap-sayap Patah) dan الأرواح المتمردة (Jiwa-jiwa Pemberontak).
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2011-2012 MAN Tambakberas Jombang
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang berada di dalam pengawasan dan pembinaan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. MAN Tambakberas menerima peserta didik baru untuk program :- Kelas Reguler
- Kelas Unggulan
- Kelas Keterampilan:
- Keterampilan Otomotif (1 kelas Putra)
- Keterampilan meubelair (1 kelas Putra)
- Keterampilan Tatabusana (1 kelas putri)
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 Juni 2011 s/d. 4 Juli 2011
Waktu : Pukul 08.00 – 13.00 WIB
Tempat : Kantor Pusat MAN Tambakberas (PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) Jl. Merpati Tambakberas Jombang.
Telp.(0321) 862352, 08283481330 Fax. (0321) 855537
Syarat Pendaftaran,
- Mengisi formulir pendaftaran
- Menyerahkan fotocopi ijazah dan SKHUN MTs/SMP yang telah di legalisir sebanyak 2 lembar.
- Menunjukkan Ijazah dan SKHUN aslinya.
- Menyerahkan fotocopi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sebanyak 2 lembar.
- Menyerahkan pas photo hitam putih 3x4 sebanyak 12 lembar.
- Menyerahkan fotocopi Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2 lembar.
- Menyerahkan fotocopi prestasi akademik (sertifikat/piagam) bagi yang memiliki, masing-masing 2 lembar.
- Membayar biaya pendaftaran Rp 75.000,- .
- Menyerahkan fotocopi hasil test IQ, bagi yang memiliki, sebanyak 2 lembar.
Tes dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Juli 2011 jam 08.00 – 12.00 WIB.
Materi Tes,
Materi yang diujikan:
- Kelas Reguler : Tes tulis dan praktik ibadah serta baca Al-Qur’an.
- Kelas Unggulan: (1) Ujian Tulis: Matematika, IPA/sains, Bahasa Inggris, dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah, Membaca Al-Quran.
- Kelas Keterampilan: (1) Ujian Tulis: Pengetahuan Dasar tentang Keterampilan dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah, Membaca Al-Qur’an.
Pengumuman Hasil Tes,
Pengumuman hasil tes pada hari Rabu, 6 Juli 2011 jam 08.00 WIB
Daftar Ulang,
Bagi calon siswa yang LULUS seleksi harus melaksanakan daftar ulang dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Pelaksanaan daftar ulang, sejak tanggal 6 – 7 Juli 2011
Masa Orientasi Siswa (MOS)
Pembelakalan siswa baru dilaksanakan pada hari Jum'at, 8 Juli 2011.
MOS dilaksanakan tanggal 9 – 11 Juli 2011
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Dimulai Senin, 11 Juli 2011
ALANGKAH KAYA DIALEK DI INDONESIA
Sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa membuat Indonesia kaya akan beragam kebudayaan, salah satunya adalah Dialek atau sering disebut dengan istilah Logat. Menurut Weijnen, dkk yang dikutip oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1983), Dialek adalah sistem kebahasaan yang dipergunakan oleh satu masyarakat untuk membedakan dari masyarakat lain yang bertetangga yang mempergunakan sistem berlainan walaupun erat hubungannya. Sedangkan ciri-ciri dialek ( menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) ada dua yaitu :
1. Dialek adalah seperangkat bentuk ujaran setempat yang berbeda-beda yang memiliki ciri-ciri umum dan masing-masing lebih mirip sesamanya dibandingkan dengan bentuk ujaran lain dari bahasa yang sama.
2. Dialek tidak harus mengambil semua bentuk ujaran dari sebuah bahasa.
MACAM-MACAM DIALEK
Dilihat dari bentuknya dialek dibagi tiga yaitu :
a. Dialek Regional, yaitu dialek yang ciri-cirinya dibatasi oleh tempat. Sering juga disebut Dialek Area. Dialek ini biasanya berkembang di satu daerah tertentu, artinya orang di luar wilayah itu tidak akan paham dengan Dialek yang dimaksud
b. Dialek Sosial, yaitu Dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu. Misalnya, orang di kalangan Karton pasti memiliki dialek yang berbeda dengan orang-orang di luar kraton. Atau orang-orang yang ada di komunitas kantor pasti dialeknya berbeda dengan orang-orang yang ada di komunitas pasar.
3. Dialek temporal, yaitu Dialek yang berbeda dari waktu ke waktu. Dialek ini hanya berkembang pada kurun waktu tertentu dan bila sudah berganti masa maka dialek itu sudah tidak ada lagi. Hal ini bisa dilihat dari ejaan, cara penulisan dan pengucapannya. Misalnya Dialek Melayu Kuno, Dialek tahun 1970-an, dll.
Langganan:
Komentar (Atom)



